Senin, 23 Mei 2016

TCP/IP dan UDP

TCP
Pengertian TCP
Transmission Control Protocol (TCP) adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network (jaringan). TCP merupakan suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable).
TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data.

Karakteristik TCP
Karakteristik dari TCP antara lain yaitu : 
  1.   Reliable berarti data ditransfer ke tujuannya dalam suatu urutan seperti ketika dikirim.
  2.   Berorientasi sambungan (connection-oriented): Sebelum data dapat ditransmisikan antara dua host, dua proses yang berjalan pada lapisan aplikasi harus melakukan negosiasi untuk membuat sesi koneksi terlebih dahulu.
  3.  Full-duplex: Untuk setiap host TCP, koneksi yang terjadi antara dua host terdiri atas dua buah jalur, yakni jalur keluar dan jalur masuk.
  4.  Memiliki layanan flow control: Untuk mencegah data terlalu banyak dikirimkan pada satu waktu, yang akhirnya membuat “macet” jaringan internetwork IP, TCP mengimplementasikan layanan flow control yang dimiliki oleh pihak pengirim yang secara terus menerus memantau dan membatasi jumlah data yang dikirimkan pada satu waktu.
  5.  Melakukan segmentasi terhadap data yang datang dari lapisan aplikasi (dalam DARPA Reference Model).
  6.   Mengirimkan paket secara “one-to-one“: hal ini karena memang TCP harus membuat sebuah sirkuit logis antara dua buah protokol lapisan aplikasi agar saling dapat berkomunikasi. TCP tidak menyediakan layanan pengiriman data secara one-to-many.


Kelebihan TCP
  •   Mendukung mekanisme flow control.
  •  Dapat memecah data menjadi lebih kecil dan menyusunnya kembali ( maklum di TCP ada mekanisme urutannya ).
  •  Koneksinya Reliable karena sebelumnya dia melakukan handshaking dulu.


Kekurangan TCP
  • Jika mengirimkan data yang kecil akan kerepotan karena harus handshaking dulu, sehingga lebih lambat daripada UDP.
  • Tidak bisa broadcast, soalnya TCP ini sifatnya one to one.



Aplikasi yang Menggunakan TCP
  • World Wide Web
  • Archie
  • Wide Area Information Services (WAIS)
  • FAX di Internet



UDP
Pengertian UDP
UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.

Karakteristik UDP
Karakteristik dari UDP antara lain, yaitu : 
  1.  Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
  2. Unreliable (tidak andal): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment.
  3. UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP
  4.  UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.

Kelebihan UDP
  •  Dapat melakukan pesan broadcast ( karena memang dalam UDPtidak membutuhkan handshaking ) jadi asal kirim aja keseluruhan.
  • Lebih cepat koneksinya karena tidak harus bernegosiasi ( handshaking neh) dan juga tidak berurutan kan pengirimannya.
  • Hemat Memori, karena ya gak ribet gak harus memecah data dulu, bikin acknowledge dll.


Kekurangan UDP
  • Tidak bisa mengirim data yang besar, soalnya UDP ini kan gak bisa mecah-mecah jadi ya yang dikirim gak boleh lebih dari kapasitas transfernya jaringannya.
  • Tidak mendukung buffering.
  • Tidak menyediakan mekanisme flow control.


Aplikasi yang Menggunakan UDP:
Digunakan untuk multimedia streaming, yang sangat memberikan toleransi kehilangan segment cukup baik dan yang sangat tidak sensitive terhadap kerusakan atau kehilangan segment.

Contoh protokol aplikasi yang menggunakan UDP :
  •  DNS (Domain Name System) 53
  • SNMP, (Simple Network Management Protocol) 161, 162
  •  TFTP (Trivial File Transfer Protocol) 69
  • SunRPC port 111

       Sumber :

Minggu, 22 Mei 2016

Program Jaringan Setting Proxy,Web,Mail,DNS dan FTP

Setting Proxy pada browser Firefox, Chrome, dan Internet Explorer.

Berikut adalah cara mensetting proxy ke Browser Mozilla Firefox, Google Chrome dan Internet Explorer.

1. Setting Proxy Server Pada Browser Firefox

- Klik Tombol Menu Firefox kemudian klik Options




- Pilih Tab Advanced lalu klik opsi Network kemudian pilih tab Settings


 
- Pilih Manual Proxy Configuration kemudian Isikan Proxy dan Port sesuai gambar berikut kemudian Centang pada Use this proxy server for all protocols lalu klik OK


- Selesai, kini browser Firefox anda sudah menggunakan proxy dari DomaiNesia

2. Setting Proxy Server Pada Browser Google Chrome
- Pilih Menu di samping kanan atas browser kemudian klik Settings


- Scroll tampilan layar ke bawah, kemudian klik Show advanced Settings


- Kemudian pilih Change Proxy Settings kemudian klik LAN Settings


- Centang pada Use a proxy server for …….. kemudian Isikan proxy dan port anda seperti gambar berikut centang Bypass proxy server for …. OK


- Selesai, browser Google Chrome anda sudah berjalan menggunakan proxy DomaiNesia


3. Setting Proxy Server Pada Browser Internet Explorer (IE)
- Masuk Settings klik Internet Options


- Pilih tab Connections kemudian pilih LAN Settings


- Langkah berikutnya seperti pada langkah memasukkan proxy Google Chrome di atas

2.Setting Web
Langkah awal yang harus kita lakukan terlebih dahulu iyalah seperti di bawah ini:
1. General Settings.


Bagian general settings ini mencakup pengaturan umum website WordPress. Sesuaikan judul blog atau situs, tagline, email, zona waktu, dan format tanggal yang telah di tentukan .
2. Writing Settings.


Pada bagian writing settings, ada dua hal yang harus anda diperhatikan, yakni formatting dan remote publishing. Meskipun cuma sedikit, namun bagian ini cukup penting di dalam bagian website WordPress kita. Jika kita tidak ingin melakukan perubahan, kita tinggalkan saja dan biarkan pada posisi settingan default.
3. Reading Settings.



Di bagian ini, kita bisa memilih apakah kita ingin menampilkan halaman depan (home page) berdasarkan POST atau PAGE. Di sini juga terdapat menu untuk menentukan berapa banyak tampilan postingan di homepage dan di syndication feeds. Kemudian kita juga bisa mengatur feed secara penuh atau full bagiannya. Settingan default-nya adalah halaman homepage menampilkan postingan.
4. Discussion Settings.




Settingan ini dipergunakan untuk mengatur apakah kita akan mengijinkan adanya komentar blog atau tidak. Jika kita perhatikan, banyak website yang sukses rata-rata adalah yang komentarnya banyak. Ini menandakan adanya interaksi para pengunjung dengan konten website / blog. Jadi, sangat amat disarankan untuk tetap mengaktifkan fitur ini. Kalau Anda menggunakan Gravatar, maka sesuaikan settingan icon avatar pada kolom bagian bawah.

5. Permalink Settings.



Permalink ini cukup penting untuk website kita. Google dan mesin pencari lainnya akan lebih mudah mengindeks konten web kita jika kita membuat permalink yang cocok untuk mesin pencari.

3.Setting Mail
Panduan Menyeting Mail pada komputer / laptop Mac, software e-mail client defaultnya adalah Mail atau sering disebut Apple Mail. Panduan ini akan membahas bagaimana caranya mensetting Apple Mail untuk mengakses e-mail yang Anda miliki dalam account hosting.
langkah pertama adalah:
1. Silahkan buka aplikasi Mail pada Mac yang akan Anda buat Mailnya
2. Jika Anda belum pernah menjalankan Apple Mail, maka Anda akan langsung masuk pada wizard setting e-mail
3. Jika Anda sudah pernah menjalankan Apple Mail atau sudah pernah mensetting account di Apple Mail, silahkan klik menu : File >> Add Account
4. Anda akan dibawa ke windows seperti gambar dibawah ini.


Apple Mail Step 1

o Account Type : POP

o Account Description : berikan keterangan untuk e-mail Anda tersebut

o Full Name : Isikan nama lengkap Anda

o E-mail Address : isikan dengan e-mail yang sebelumnya telah dibuat di cPanel, jika ternyata Anda belum membuat e-mail account silahkan ikuti tutorial tentang Membuat e-Mail account di cPanel

o Klik tombol Continue

5. Setelah itu Anda akan diminta memasukkan konfigurasi Incoming Mail Server



Apple Mail Step 2

o Incoming Mail Server : isikan nama domain Anda

o Username : isikan dengan e-mail yang sebelumnya telah dibuat di cPanel (misal : saya@namadomainsaya.com), jika ternyata Anda belum membuat e-mail account silahkan ikuti tutorial tentang Membuat e-Mail account di cPanel

o Password : isikan dengan password account e-mail Anda (bukan password cPanel)

o Klik tombol Continue

6. Langkah berikutnya Anda akan diminta memasukkan setting Outgoing Mail Server



Apple Mail Step 3


o Outgoing Mail Server : isikan nama domain Anda

o Use Authentication : dicentang

o Username : isikan dengan e-mail yang sebelumnya telah dibuat di cPanel (misal : saya@namadomainsaya.com), jika ternyata Anda belum membuat e-mail account silahkan ikuti tutorial tentang Membuat e-Mail account di cPanel

o Password : isikan dengan password account e-mail Anda (bukan password cPanel)

o Klik tombol Continue

7. Secara otomatis Apple Mail akan mengecek konfigurasi Anda. Jika sudah benar, Anda akan masuk pada Account Summary. Klik Continue


Apple Mail Step 4
8. Selesai. Apple Mail Anda telah dapat menerima dan mengirimkan e-mail



Apple Mail Step 5

4.Setting DNS
DNS atau yang lebih dikenal dengan Domain Name System adalah sebuah sistem penamaan yang menyimpan informasi terkait nama domain dan nama host dalam bentuk basis data tersebar di dalam jaringan komputer. Pada dasarnya, DNS merupakan sebuah interface atau antarmuka yang menghubungkan bahasa manusia dengan bahasa mesin (komputer). Sistem komputer mengenali/melacak sebuah rambanan web dalam bentuk alamat IP / IP address yang berbentuk 4 segmen deretan angka dengan tiap segmen berisi bilangan maksimal 255. Deretan angka tersebut juga memang dapat dibaca oleh bahasa manusia, namun akan lebih mudah diingat jika deretan angka-angka tersebut dikonversi kedalam bentuk yang lebih familiar. Dengan alasan tersebut sistem penamaan domain diciptakan. Sebagai contoh, www.HuluballangMotor.com dengan alamt IP 255.255.255.255, jika seorang user mengakses www.HuluballangMotor.com maka sistem komputer akan mengarahkan user ke sebuah alamat IP 255.255.255.255.
Langkah-langkah Setting DNS di Komputer Windows Secara Manual.












§ Masuk ke Control Panel.

§ Pilih Network and Internet > Network and Sharing Center.

§ Pilih Change adapter settings. Disana akan terdapat beberapa tipe koneksi yang digunakan oleh komputer / laptop semisal koneksi Local Area Connection (koneksi yang menggunakan port RJ45), Wireless Network Connections (WiFi), serta Dial-Up Connections dan Mobile Broadband Connection jika kita menggunakan modem.

§ Pada contoh kali ini saya menggunakan modem dengan koneksi Mobile Broadband Connection. Pada modem-modem tertentu pilihan ini tidak muncul dan biasanya menggunakan Dial-Up Connection walaupun sebenarnya memiliki akses broadband.

§ Pilihlah koneksi yang sering kita gunakan misalnya Mobile Broadband Connection kemudian klik kanan dan pilih Properties.

§ Pada jedela properties yang muncul, pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) kemudian klik tombol Properties di bagian bawah sebelah kanan.

§ Setelah jendela IPv4 properties muncul, klik advanced.

§ Disana akan muncul jendela baru yaitu Advanced TCP/IP Setting dan klik tab DNS.

§ Klik tombol Add, isikan alamat DNS server pada kotak TCP/IP DNS Server dan klik Add untuk memasukkan alamat DNS kedalam daftar. Klik OK pada setiap jendela secara berurutan untuk menutup dan mengaplikasikan setting yang barusan kita buat. Selesai.

Daftar DNS Server.



Ada bermacam-macam DNS Server yang umum digunakan dan terbukti kecepatan dan keamanannya, berikut daftarnya:


DNS Google (Google Public DNS) :

OpenDNS

DNS Nawala

Norton DNS

8.8.8.8
208.67.222.222
180.131.144.144 
198.153.192.10
8.8.4.4
208.67.220.220
180.131.145.145
198.153.194.10
208.67.222.220
208.67.220.222

5.Setting FTP

FTP (File Transfer Protocol) sudah tidak asing lagi di telinga anda. Dengan FTP kita dapat memindahkan satu file ke komputer server kita atau sebaliknya dari server ke komputer kita. Sebetulnya kegunaan FTP tidak hanyak untuk web developing aja, tetapi bisa lebih jauh misalnya secara pribadi anda mempunyai IP Static dari ISP anda dan anda bisa membuat FTP sendiri di komputer anda tersebut. Kegunaannya? Kita tetap bisa terkoneksi dengan komputer kita walaupun kita tidak di rumah. Dan jika anda tergabung dalam jaringan lokal perusahaan anda, anda bisa membuat FTP server sebagai pusat data perusahaan.
Di artikel ini saya akan menuliskan cara membuat FTP server dengan mudah. Kali ini kita akan membuat FTP Server menggunakan Filezilla Server di atas OS Windows XP Professional SP3. Sebetulnya di Windows XP Professional sendiri sudah ada fasilitas pembuatan FTP Server melalui IIS (Internet Information Services) tetapi saya kurang suka dengan IIS maka dari itu saya mencari alternatif lain.
Untuk menggunakan Filezilla Server cukup mudah:
1. Download dulu installer-nya. Ukuran file-nya kecil koq cuman 2,3MB saja.
2. Setelah terdownload, klik ganda file hasil download tadi.
3. Lalu ikuti semua langkah yang ada (hanya klik tombol Next melulu).
4. Setelah instalasi selesai, buka aplikasi FileZilla Server Interface.
5. Anda akan di suguhi layar login, untuk pertama kali biarkan password kosong lalu klik tombol OK.



6. Perhatikan pesan yang ada, jika anda mendapat pesan seperti gambar di bawah ini, berarti anda sudah terkonek dengan FTP server anda.

7. Jika pengguna FTP server ini berjumlah lebih dari satu, lebih baik anda mulai kelompokan pengguna menurut level-nya sehingga anda akan mudah mengaturnya nanti, juga FTP server bisa lebih aman. Buat dulu group-nya dengan klik menu Edit -> Groups. Buat group baru dengan klik tombol Add.

8. Jangan lupa untuk mengarahkan group ini ke satu folder home. Arahkan ke folder yang akan di akses group ini. Klik di menu kiri Shared folders. Set juga permission group yang bersangkutan ke satu shared folder yang telah di tentukan. Klik tombol OK jika semua sudah terkonfigurasi.

9. Sekarang set Users. Users inilah nanti yang akan kita gunakan untuk login ke FTP server ini. Klik menu Edit -> Users. Sama dengan group, tambahkan nama dengan klik Add. Berikan nama dan pilih groupnya lalu tekan tombol OK. Untuk memberikan password pada user tersebut. Centang radio box Password dan isikan password nya.

10. Jika shared folder dan user udah dibikin, sekarang tiba saatnya untuk mencoba. Anda bisa memakai FTP client seperti Filezilla atau menggunakan FTP tool punya Windows. Kasus ini saya akan menggunan FTP tool punya Windows. Klik Start -> Run, ketik cmd di kotak isian lalu tekan enter. Ketikkan di prompt ftp 127.0.0.1 lalu tekan enter. Jika setting anda sudah benar semua, maka FTP client pun tersambung ke sistem anda.
http://ardiansyahgumay.blogspot.co.id/2016/04/tugas-program-jaringan-setting.html



Pemrograman Jaringan

Bila program ini dijalankan maka user akan mengetahui alamat IP dari pc atau notebook yang dimilikinya. Nama classnya getIP, kemudian terdapat variable host. Digunakan perulangan for dengan syarat atau ketentuan nilai i = 0 dan i < ip.length, nilai i akan bertambah terus selama syaratnya dipenuhi. 
Program getName.java Program ini untuk mengetahui nama komputer atau hostname pc atau notebook yang dimiliki oleh user. Pada source dibawah ini terlihat dengan nama class getName. Kemudian variable host dengan nilai null. Jika program ini dijalankan maka pada cmd akan menghasilkan output yang menejelaskan nama komputer user.
 


 Sumber: